“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah” – Ir. Soekarno
Indonesia, dikenal dengan nama resmi Republik Indonesia atau lebih lengkapnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara daratan benua Asia dan Oseania, sehingga dikenal sebagai negara lintas benua, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Indonesia merupakan negara terluas ke-14 sekaligus negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas wilayah sebesar 1.904.569 km², serta negara dengan pulau terbanyak ke-6 di dunia, dengan jumlah 17.504 pulau. Nama alternatif yang dipakai untuk kepulauan Indonesia disebut Nusantara. Selain itu, Indonesia juga menjadi negara berpenduduk terbanyak ke-4 di dunia dengan penduduk mencapai 270.203.917 jiwa pada tahun 2020, serta negara beragama Islam terbanyak di dunia, dengan penganut lebih dari 230 juta jiwa. Indonesia adalah negara multiras, multietnis, dan multikultural di dunia, seperti halnya Amerika Serikat.
SEJARAH SUMPAH PEMUDA
Sejarah Sumpah Pemuda dilatarbelakangi oleh kondisi Republik Indonesia yang mana saat itu masih dalam masa penjajahan Belanda. Dalam kondisi tersebut, para pemuda dari kelompok pelajar di Indonesia sepakat untuk mendirikan organisasi bernama Indonesische Student Bond atau PPPI pada 1926.
Kelompok PPPI ini terdiri dari para pemuda terpelajar yang menempuh pendidikan di Stovia, Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS), dan Rechtshogeschool te Batavia (RHS). Mereka semua mempunyai visi dan misi sama, bahwa kawanan penjajah yang mengekang Indonesia bisa disingkirkan dengan kekuatan serta persatuan semangat pemuda bangsa.
KONGRES PEMUDA I
Pada 30 April hingga 2 Mei 1926 Kongres Pemuda mulai gelar, yaitu pertemuan kelompok para pemuda Indonesia dalam skala nasional. Pertemuan tersebut disebut sebagai Kongres Pemuda I dan berlangsung di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta. Maksud dan tujuan pertemuan itu untuk membahas strategi, serta menyampaikan gagasan terkait cara membebaskan diri dari penjajah. Tak hanya itu, para pemuda ini turut mempertimbangkan banyak hal. Mulai dari peran perempuan dalam merebut kemerdekaan, agama, hingga bahasa persatuan bagi Indonesia.
KONGRES PEMUDA II
Masih tentang sejarah singkat Sumpah Pemuda, di Kongres Pemuda I hasil pertemuan tersebut masih belum menemukan titik terang untuk bisa lepas dari genggaman penjajah. Berlanjut di Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27-28 Oktober 1928. Pertemuan kali ini diselenggarakan di tiga tempat, dengan konsentrasi pembahasan yang berbeda.
1. 27 Oktober 1928 Kongres Pemuda II dilaksanakan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Kongres ini mengurai pembahasan soal sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan, sebagai unsur persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia.
2. 28 Oktober 1928 Kongres Pemuda II kembali berlanjut di Gedung Oost-Java Bioscoop, dengan pembahasan tentang pendidikan. Masih di tanggal sama tetapi berada di tempat berbeda yaitu di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat. Pembahasan di tempat ini sudah lebih mengerucut, soal nasionalisme, demokrasi, dan isi rumusan satu visi.
Isi Sumpah Pemuda
Setelah semua pembahasan di Kongres Pemuda II ditetapkan, para pemuda ini sama-sama memperdengarkan lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut menjadi sesi penutup dari kongres, sekaligus pembuka untuk mendeklarasikan rumusan hasil kongres yang disebut Sumpah Setia atau Sumpah Pemuda.
Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedua: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Sumber : CNN Indonesia
SEJARAH KEMERDEKAAN INDONESIA
Sumber : Detik Travel
Kemerdekaan Indonesia ditandai dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta.
Momentum kemerdekaan Indonesia itu tidak akan terjadi tanpa serangkaian peristiwa yang melatarbelakanginya.
Peristiwa-peristiwa yang melatarbelakangi kemerdekaan dialami para tokoh kemerdekaan, mulai dari kekalahan Jepang pada sekutu, peristiwa Rengasdengklok, hingga perumusan teks proklamasi.
Tunduknya Jepang Pada Sekutu
Kota Hiroshima di Jepang luluh lantak akibat bom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945. Tiga hari setelah bom dijatuhkan di Kota Hiroshima, Amerika Serikat juga menjatuhkan bom di Kota Nagasaki, Jepang pada tanggal 9 Agustus 1945. Akibat dua peristiwa pengeboman tersebut, Jepang mengaku kalah dari Sekutu. Hal ini juga menandai berakhirnya Perang Dunia II.
Pasalnya, Jepang telah berjanji untuk memberikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945. Perbedaan pendapat tersebut memaksa golongan muda untuk mengamankan Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Peristiwa itu terjadi pada 16 Agustus 1945.
Sejarah singkat kemerdekaan Indonesia ini berlanjut saat golongan muda dan golongan tua yang diwakili Achmad Soebardjo melakukan perundingan dan kemudian mencapai kesepakatan. Achmad Soebardjo akhirnya berjanji bahwa proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada keesokan harinya yakni 17 Agustus 1945. Dengan perjanjian itu, Soekarno dan Hatta pun akhirnya dibawa kembali ke Jakarta.
Perumusan Teks Proklamasi
Persiapan kemerdekaan Indonesia berlanjut setelah rombongan dari Rengasdengklok tiba di Jakarta. Soekarno dan Hatta kemudian menemui Jenderal Nishimura untuk menanyakan sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan. Namun, karena tidak ada kesepakatan, kedua tokoh itu pun akhirnya memutuskan untuk membuat naskah proklamasi.
Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo lantas pergi ke rumah Laksamana Tadashi Maeda untuk menyusun teks proklamasi. Rumah Laksamana Maeda menjadi sejarah singkat kemerdekaan Indonesia karena dianggap aman dari ancaman militer Jepang. Rumusan teks proklamasi ditulis tangan oleh Soekarno lalu diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan penulisan.
Pembacaan Teks Proklamasi
Mulanya, pembacaan naskah proklamasi akan dilaksanakan di Lapangan Ikada. Namun, Soekarno berpendapat bahwa pemilihan tempat itu akan menimbulkan bentrok antara rakyat dan Jepang. Melik dengan beberapa perubahan penulisan. Ia pun kemudian mengusulkan untuk membacakan Proklamasi di kediamannya, Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta. Menjelang detik-detik proklamasi yang akan dilaksanakan pukul 10.00 WIB, halaman rumah Soekarno dipadati banyak orang.
Bendera merah putih dijahit oleh Fatmawati, sedangkan pengibar bendera dilakukan oleh Latief Hendraningrat, S. Suhud, dan Trimurti. Tepat pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB pagi, teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia pun dibacakan. Pembacaan Proklamasi dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih.
Provinsi di Indonesia
Provinsi di Pulau Jawa

D.K.I Jakarta

Jawa Tengah

Jawa Barat

Jawa Timur

Daerah Istimewa Yogyakarta

Banten
Provinsi di Pulau Nusa Tenggara dan Bali

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali
Provinsi di Pulau Papua

Papua

Papua Selatan

Papua Barat

Papua Pegunungan

Papua Tengah
Provinsi di Pulau Maluku

Maluku

Maluku Utara
Provinsi di Pulau Sulawesi

Gorontalo

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Barat

Sulawesi Tenggara

Sulawesi Utara
Provinsi di Pulau Kalimantan

Kalimantan Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Selatan

Kalimantan Tengah

Kalimantan Utara
Provinsi di Pulau Sumatera

Nanggroe Aceh Darussalam

Bangka Belitung

Riau

Jambi

Bengkulu

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Kepulauan Riau

Sumatera Selatan

